• Minggu, 25 September 2022

Sahkah Ibadah Haji Virtual Lewat Metaverse? Ini Kata MUI dan Negara-negara Islam

- Rabu, 9 Maret 2022 | 19:40 WIB
Ilustrasi Ka'bah dalam konsep metaverse. (Pexels.com/Haydan As-soendawy)
Ilustrasi Ka'bah dalam konsep metaverse. (Pexels.com/Haydan As-soendawy)

About Malang, 9 Maret 2022 – Sejak Pemerintah Arab Saudi meluncurkan keberadaan Ka'bah dalam konsep metaverse, banyak pendapat dan komentar tentang wacana ibadah haji di metaverse.

Dikutip dari berbagai sumber, adanya Ka'bah dalam konsep metaverse ini digagas Pemerintah Arab Saudi melalui Badan Urusan Pameran dan Museum bekerja sama dengan Universitas Ummul Quro.

Keberadaan Ka'bah dalam konsep metaverse bertujuan memberi kesempatan umat Islam bisa menyentuh Hajar Aswad secara virtual.

Baca Juga: Doni Salmanan Ditetapkan Sebagai Tersangka dan Ditangkap, Crazy Rich Bandung Ini Terancam Pasal Berlapis

Sebagaimana diketahui, bisa menyentuh dan mencium batu hitam Hajar Aswad adalah termasuk dalam ritual penting ibadah haji

Selain itu juga karena pertimbangan akan pandemi Covid-19, dan kesempatan melakukan ibadah di dunia nyata yang masih harus mengantri panjang dan berebut kuota dengan ribuan orang lain.

Proyek Hajar Al-Aswad Virtual yang diluncurkan oleh Sheikh Abdul Rahman Al Sudais, Kepala Urusan Dua Masjid Suci Arab Saudi ini menghadirkan dunia simulasi yang terdiri dari situs ziarah utama umat muslim di Mekah.

Baca Juga: Bacaan Sholawat Bil Qurani Saamdhi, Bermakna Tentang Kemuliaan Al Quran yang Bisa Rutin Anda Amalkan

Jemaah dapat melihat dan menyentuh batu suci di Masjidil Haram tersebut secara virtual sebelum ziarah ke Mekah. Teknologi Realitas Virtual (VR) disebut dapat membawa hal-hal yang awalnya terasa sulit dilakukan di dunia nyata, salah satunya ibadah haji.

Halaman:

Editor: Shintiya Yulia Frantika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X