• Minggu, 27 November 2022

Menyambut Tantangan The Perfect Storm, Airlangga Hartarto Ungkap Kolaborasi Bisa Jadi Harapan Penting

- Kamis, 24 November 2022 | 18:39 WIB
Airlangga Hartarto jelaskan soal kolaborasi dalam hadapi tantangan The Perfect Storm. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Airlangga Hartarto jelaskan soal kolaborasi dalam hadapi tantangan The Perfect Storm. (Foto: Kemenko Perekonomian)

About Malang, 24 November 2022 - Tantangan The Perfect Storm jadi akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksikan pada tahun dan 2023.

Adanya tantangan The Perfect Storm yang ada dalam perekonomian global saat ini diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga setahun yang akan datang.

Dalam triwulan III, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mampu menorehkan kinerja sebesar 5,72% (yoy).

Baca Juga: Airlangga Hartarto Optimis Sektor Industri Otomotif Akan Terus Berkembang karena Hal Ini

Hal tersebut seiring dengan tingkat inflasi yang juga memperlihatkan penurunan menjadi ke 5,71% (yoy) di bulan Oktober 2022. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara ”the bright spot in the dark” dalam perekonomian global.

”Secara spasial, pertumbuhan Indonesia juga membaik, yang tertinggi yakni wilayah Sulawesi (8,24%), Maluku dan Papua (7,51%), kemudian diikuti oleh Bali-Nusa Tenggara, Jawa, Kalimantan dan Sumatera, di Sulawesi, Maluku, dan Papua, didorong oleh harga mineral yang tinggi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual dalam acara 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas 2022 yang diselenggarakan oleh SKK Migas, Kamis, 24 November 2022.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga mengapresiasi para pelaku usaha serta Kementerian/Lembaga terkait yang telah berpartisipasi secara aktif dalam industri hulu minyak dan gas.

Baca Juga: Jadi Bagian dari Suksesnya G20 di Indonesia, Elektabilitas Airlangga Hartarto Bisa Meningkat di Pilpres 2024

Pertemuan 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas 2022 diharapkan dapat meningkatkan awareness dan sinergi antar para pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan investasi dan dukungan untuk pencapaian target produksi minyak 1 juta BOPD (Barrel Oil Per Day) dan gas bumi 12 BSCFD (Billion Standard Cubic Feet Per Day).

Halaman:

Editor: Arvendo Mahardika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X